Perlukah Kantong Plastik Berbayar Diterapkan Lebih Luas?


 

Kantong plastik memang memiliki banyak manfaat. Selain murah, kantong plastik dapat digunakan untuk membawa barang belanjaan, mengemas makanan, menjadi wadah sampah rumah tangga, serta melindungi paket yang akan dikirim. Namun, kemudahan tersebut membuat masyarakat sering menggunakannya secara berlebihan, terutama untuk penggunaan sekali pakai.

Sampah plastik menjadi masalah karena sulit terurai secara alami. Struktur plastik membuat mikroorganisme sulit menguraikannya sehingga dapat bertahan di lingkungan dalam waktu yang sangat lama, plastik yang memecah dapat berubah menjadi mikroplastik yang dapat mencemari air dan tanah. Maka, penggunaan plastik perlu dikurangi dan masyarakat harus mulai menggunakan alternatif, seperti tas belanja kain yang dapat digunakan kembali.

Kantong plastik memang sangat berguna bagi masyarakat selain karena harganya yang murah, kantong plastik juga dapat membawa barang belanjaan. Selain itu, dianggap bisa menjaga ketahanan makanan, tempat wadah sampah rumah tangga, melindungi paket yang akan dikirim dan banyak lagi. Namun di balik itu, banyak yang tidak sadar bahwa plastik dapat menjadi sumber masalah bagi lingkungan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar secara lebih luas. Beberapa toko ritel telah menerapkan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG), dengan menyediakan kantong plastik sekali pakai bagi konsumen yang membutuhkan dengan harga Rp200 per lembar. Kebijakan ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih mempertimbangkan penggunaan kantong plastik dan membiasakan diri membawa tas belanja sendiri.

Maka dari itu, kantong plastik berbayar harus diterapkan lebih luas sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kebijakan ini juga perlu disertai sosialisasi pada masyarakat, tentang pengelolaan sampah yang baik, dan penyediaan alternatif yang ramah lingkungan. Oleh sebab itu, penggunaan plastik dapat dikurangi dan pencemaran lingkungan dapat lebih dikendali.


Penulis:

Khairunnisa Aqila Nurrahima & Talita Salsabila Santoso

SMA Abdul Malik Fadjar – Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar










DAFTAR PUSTAKA


https://agridigi.fkp.u

nesa.ac.id/post/krisis-sampah-plastik-dan-arah-kebijakan-lingkungan-2025-dari-daratan-hingga-lautan-nusantara


https://kemenlh.go.id/news/detail/rakornas-pengelolaan-sampah-2026-menteri-lh-tegaskan-transformasi-total-tata-kelola-sampah-nasional


https://money.kompas.com/read/2019/02/28/211000626/ini-alasan-kantong-plastik-tidak-gratis-lagi-di-toko-ritel 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JNE dan UMKM: Kisah Inspiratif Pertumbuhan Bisnis Lokal

first post

analisis raumanen